Rencananya tahun ajaran baru ini saya dan suami sepakat mencarikan sekolah untuk Khanza yang usianya sudah 2,5 tahun lebih. Dengan beberapa pertimbangan, kami putuskan Khanza bersekolah di kota Tasikmalaya. Segala sesuatu telah kami persiapkan, termasuk alasan mengapa kami mantap memasukan putri kami ke playgroup/PAUD. Alasannya mau tau? Pertama Khanza yang meminta untuk dapat bersekolah tujuannya dia adalah supaya bisa main perosotan. Dan yang kedua, ini pertimbangan kami sebagai orang tua yang kasian sama anaknya. Kasian karena Khanza tidak punya teman sebaya di
lingkungan sekitar tempat tinggal kami.
Bayangkan, kesehariannya Khanza menghabiskan waktu kalau tidak sama ibunya ya sama tantenya yang masih remaja. Tingkahnya selalu mengikuti tantenya itu.
lingkungan sekitar tempat tinggal kami.
Bayangkan, kesehariannya Khanza menghabiskan waktu kalau tidak sama ibunya ya sama tantenya yang masih remaja. Tingkahnya selalu mengikuti tantenya itu.
Yang menakutkanku, kalau tantenya yang pecinta Korea itu sedang mendengarkan musik/lagu korea, Khanza dengan sangat cepat bisa beradaptasi dengan lagu-lagu itu. Dan itu saya sungguh TAK RELA. Susah payah saya bentengi Khanza dari lagu-lagu yang bukan lagu anak-anak. Dari masih bayi saya sengaja kenalkan pada Khanza lagu anak klasik. Topi saya bundar, Kasih ibu, Bintang kecil, Aku anak sehat, Cicak di dinding, Ambilkan bulan, dan yang lainnya. Khanza sudah hafal semua lagu-lagu yang saya kenalkan sejak masih 1 tahun usianya. Sekarang bisa terkikislah lagu edukatif tadi oleh perkembangan K-Pop di Indonesia yang diserap Khanza. Oh Noooo!!! Yang mengagetkan, Khanza yang kemampuan verbalnya sudah jauh lebih baik, pernah berbisik pada saya "Bundak, Khanza bisa bahasa Koweya (baca:Korea)" katanya. Sampai lagu "Happy Birthday" versi Korea pun dia hapal. *olohok saya dibuatnya* Langsung saya tanya "Itu dapet dari mana Khanza bisa bahasa Korea?" dia jawab "Dari teuteu Aceu, di letop (baca: laptop)". Pernah juga dia laporan padaku "Bundak, itu teuteu Nini lagi pilem Koweya".
Dari situlah saya dan suami sepakat menyekolahkannya supaya dia sibuk dengan dunia anak bukan dunia K-Pop tantenya. Mencari sekolah untuk Usia Dini jaman sekarang tidak sulit, di kota kecil Tasikmalaya saja sudah banyak playgroup ataupun PAUDnya, tapi ternyata mencari teman sebaya yang didaftarkan kesana, itulah yang sulit. Disemua PG dan PAUD yang kami survey, rata-rata pendaftarnya berusia 4 tahun keatas. Akhirnya kami putuskan ikut bawang aja deh di TK Al Quran dekat rumah.
Tapi sebelum waktu sekolah tiba, Khanza ikut dulu Chaki Kids Club nya KFC, secara dia paling senang main perosotan di KFC sana. Fikir saya, supaya Khanza ga cuma main perosotan atau makan es krim doang di KFC lebih baik dia sambil belajar dan berinteraksi dengan anak lain secara terkomando. Mengingat di TK Al Quran yang akan dia ikuti belum punya fasilitas bermain semacam perosotan. Awal bulan Mei kemarin Khanza resmi terdaftar sebagai anggota Chaki Kids Club di KFC Asia Plaza kota Tasikmalaya. Biaya daftarnya 60000 rupiah belum pajak. Include Tas punggung bergambar karakter Chaki dan kawan, Kaos bergambar si Chaki, Buku aktivitas/diary, dan Topi base ball warna merah. Keanggotaannya seumur hidup, menurut keterangan pihak KFCnya. Tiap bulan Temanya berbeda. Jadwal pertemuannya tiap hari Kamis jam 3 sore. Hari pertama Khanza mengikuti kegiatan yaitu di minggu ke 2 bulan Mei, waktu itu temanya English Learning. Kami datang terlambat, karena Khanza yang baru bangun jam 3 dari tidur siangnya. Nyampe kesana, 10 menit sebelum penutupan. Dan Khanza keukeuh ga mau ikut gabung belajar, biasa malu diawal pertemuan. Tapi dia mau salim ke mentornya pas bubaran.
Minggu ke 3 bulan Mei kami tidak menghadiri pertemuan Chaki karena saya mengajak Khanza ke Bandung bertemu ayahnya sekalian nengok Nenek dan Abahnya Khanza. Tapi kami hadir di minggu ke 4. Kamis itu Khanza datang paling awal karena ga mau kejadian waktu itu terulang lagi, ga mau terlambat lagi. Anggota yang lain belum ada yang datang hingga jam 3.15, mentornya pun baru datang. Oke karena Khanza rada lama nunggu, saya belikan Khanza makan dulu. Baru beberapa suap, teman yang lain mulai berdatangan, dua orang, tiga orang...ah hanya sampai tiga orang saja yang datang. Karena sudah aga kesorean banget, mentornya berinisiatif memulai English Learningnya. Terpaksa makannya Khanza ku hentikan demi dapat mengikuti kelas. Ternyata diantara 3 orang yang baru datang tadi, Khanza merupakan yang paling kecil. Mentornya mengajarkan beberapa kata dalam bahasa Inggris melalui lagu dengan menggunakan fasilitas laptop. Sip!! cocok sekali dengan Khanza. Iya saja, Khanza yang di awal pertemuan minggu lalu susyeh bener gabung di forum eh di pertemuan kali ini dia berani dooong. Dipanggil mentornya supaya gabung dia mau, maju sendiri mendekati mentornya malah. hihi. Alhamdulillah. Duduk di pangkuan mentor yang khanza panggil "ibu guru" dia kalem saja. Sungguh tidak biasanya.
Sampai pada sesi Fun Learning, mentornya memberikan games. Lagu "Make a circle Bid-Big-Big.. Big-big-big..." menjadi lagu gamesnya, anak-anak melaksanakan instruksi dari lagu tersebut dengan berpegangan tangan membentuk sebuah lingkaran yang besar. Dan ketika dinyanyikan "make a circle small-small-small...." maka lingkaran besar yang terbentuk tadi harus berubah mengecil. Ah, Khanza benar benar enjoy. Senang sekali dia. Dan lagu itu adalah lagu yang paling berkesan kayanya buat Khanza. Sampai saat ini dia selalu menyanyikannya dan mempraktekan games nya bersama tantenya.
Bulan Juni minggu pertama kami kembali menghadiri kegiatan di Chaki Club, dan tema bulan Juni ini adalah "Prakarya". Sayang mentornya seperti tidak terbiasa berinteraksi dengan anak kecil. Membosankan. Khanza pun tidak betah berlama-lama di forum tanpa melakukan apa-apa. Dia mulai excited, pas sesi terakhir, perkenalan. Khanza satu-satunya anak dibawah 3 tahun yang berani tampil kedepan untuk memerkenalkan dirinya. Teman seusianya pada ga mau maju. Khanza sendiri maju dengan inisiatif pribadinya. Hihi. Lucu dan sungguh saya sangat bangga!! Dan minggu berikutnya di bulan Juni Khanza ga pernah dateng lagi karena bulan Juni Khanza saya ajak pergi-pergi ke luar kota.
Hari Kamis awal Juli kemarin Khanza datang dengan semangat ke KFC, tapi ternyata ga ada kegiatan Chaki saat itu. kami pun pulang dengan sangat kecewa. Itulah cerita saya tentang aktifitas Khanza di Chaki Kids Club KFC Asia Plaza kota Tasikmalaya. Murah meriah. *emak irit*


Tidak ada komentar:
Posting Komentar